Tahun 2021, INSURI Luluskan 182 Sarjana dan 33 Magister

20 November 2021 10:44
Tahun 2021, INSURI Luluskan 182 Sarjana dan 33 Magister
Oleh Wahyu Hanafi

Ponorogo (20/10) Semarak wisuda INSURI tahun 2021 digelar di kampus pada Sabtu, 20 November 2021. Pemilihan wisuda pada bulan November merupakan opsi alternatif pasca adanya kebijakan PPKM oleh pemerintah. Pada wisuda Sarjana XXXI dan Magister XV ini, INSURI berhasil meluluskan 182 Sarjana dan 33 Magister dengan perincian; 139 wisudawan Sarjana Pendidikan (S.Pd); 22 wisudawan Sarjana Hukum (S.H); 21 wisudawan Sarjana Sosial (S.Sos); dan 33 wisudawan Magister Pendidikan (M.Pd). Demikian sebagaimana ditetapkan Rektor INSURI pada 20 November 2021. “Benar, jumlah wisudawan-wisudawati INSURI tahun ini sejumlah 182 peserta”, ujar Tamrin Fathoni selaku Ketua Panitia Wisuda saat ditemui awak media INSURI.

Sebelumnya, para wisudawan dan wisudawati telah mengikuti proses Yudisium di masing-masing Fakultas pada pertengahan Oktober 2021. Mereka yang dinyatakan lulus dalam prosesi Yudisium ialah mereka yang mengikuti wisuda tahun 2021. “Terlaksana secara berkala, seluruh Fakultas telah melaksanakan Yudisium pada pertengahan Oktober”, ujar lebih lanjut sosok pria yang juga merupakan Dosen Fakultas Tarbiyah INSURI.

Wisuda INSURI tahun ini merupakan wisuda perdana setelah restrukturisasi pimpinan kampus. Sebelumnya, telah dilaksanakan restrukturisasi pimpinan di tingkat Senat, Rektorat, Dekanat, dan Ketua Lembaga pada awal September 2021.

Sementara menurut Fuad Fitriawan selaku protokoler wisuda menjelaskan, wisuda dihadiri oleh pengurus YAPERTINUKA, Senat, Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur, Ketua Lembaga, Ketua Prodi, Dosen, Tendik, dan wisudawan-wisudawati. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko, S.E.,MM.

Dalam kegiatan tersebut, bertindak sebagai orator ilmiah Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A selaku Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Indonesia. Dalam orasinya, beliau memaparkan pentingnya potensi zakat dalam meningkatkan ketahanan nasional. Prof Noor, panggilan akrabnya, juga menyampaikan regulasi zakat di era kontemporer. Regulasi yang lebih fleksibel, efisien, dan humanis. Pengelolaan zakat tidak tersentral pada BAZNAS, tetapi dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga filantropi Islam yang lain.

Orasi ilmiah yang disampaikan Prof Noor demikian tidak berhenti pada regulasi zakat. Ia menambahkan pentingnya Perguruan Tinggi Islam dalam memproyeksikan zakat, misalnya secara internal dikaji lebih mendalam pada Fakultas Syariah dengan mitra lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M). Demikian semata-mata untuk progresifitas Tri Darma Perguruan Tinggi melalui jalur pengabdian.

Selanjutnya Ketua YAPERTINUKA Drs. H. M. Muhsin, M.H dalam sambutannya mengajak para seluruh wisudawan untuk mengoptimalkan tiga potensi diri (kognitif, afektif, dan psikomotorik) guna mengubah struktur dan pranata sosial menjadi lebih baik. Wisudawan dengan bekal ilmu yang didapat di INSURI, in sha Allah sudah cukup untuk dijadikan bekal mengabdi pada seluruh elemen negara. Prosesi wisuda ialah pintu pertama dalam memberi perubahan, bukan sebuah kesuksesan yang telah berhenti tanpa ada proyeksi lebih lanjut.