Pandemi, PEMIRA 2021 Tetap dilakukan Secara Offline

05 Juli 2021 16:05
Pandemi, PEMIRA 2021 Tetap dilakukan Secara Offline
Oleh Seli RS & Intan

Ponorogo (5/7), Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo melaksanakan Pemilihan Raya (PEMIRA) secara offline. Bertempat di ruang Aswaja, acara ini dilakukan untuk menentukan Ketua DEMA Institut, SEMA Institut, DEMA Fakultas Tarbiyah, DEMA Fakultas Dakwah, DEMA Fakultas Syariah dan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).

Berbeda dari tahun sebelumnya, PEMIRA tahun ini dilaksanakan secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihak KPU-M juga telah mengatur ruangan dengan pintu masuk dan keluar berbeda untuk mengurangi kerumunan. “Pintu masuk dan keluar dibuat beda supaya antar mahasiswa tidak bertabrakan dan juga (dalam upaya) mengurangi kerumunan,” ungkap Tri Utami Maqnungah selaku Ketua KPU-M.

Tri juga mengungkapkan alasan pelaksanaan PEMIRA secara offline. “PEMIRA dilaksanakan secara offline dikarenakan perkuliahan di INSURI beberapa bulan terakhir dilakukan tatap muka,” ungkapnya.

Terdapat beberapa prosedur dalam PEMIRA tahun ini. Sebelum memasuki ruangan mahasiswa dianjurkan menggunakan masker dan di-check kondisi suhu tubuhnya menggunakan termogun. Kemudian, mahasiswa diminta untuk mengisi daftar hadir sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Selanjutnya, apabila namanya tidak terdaftar di DPT, maka pendaftaran harus disertai dengan surat/kartu keterangan bahwa mahasiswa tersebut adalah mahasiswa aktif INSURI. Setelah itu, barulah mahasiswa diperbolehkan untuk memasuki ruangan dan melakukan pencoblosan.

Pelaksanaan PEMIRA tahun ini mendapat tanggapan dari salah satu mahasiswa semester 6, sebut saja Nona. Ia mengungkapkan bahwa PEMIRA tahun ini lebih terbuka dan seluruh mahasiswa dilibatkan. “Lebih bersifat terbuka, transparan, kandidatnya lebih jelas dan semua mahasiswa ikut dilibatkan dari semester 2 sampai 6” jelasnya.

Lebih lanjut, Nona juga berharap agar model PEMIRA ini bisa diterapkan di tahun mendatang. “Untuk harapannya, mudah-mudahan cara seperti ini bisa diterapkan kembali di tahun depan,” harapnya.