KPM INSURI Ponorogo Perkuat Kapasitas Keagamaan, Sosial, dan Tata Kelola Desa di Kecamatan Sampung
INSURINEWS – Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo di Kecamatan Sampung tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang menyentuh aspek keagamaan, sosial, peningkatan sumber daya manusia, hingga dukungan terhadap administrasi pemerintahan desa.
Selama pelaksanaan KPM, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas bersama masyarakat. Pada bidang sosial dan keagamaan, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan di mushola, lembaga keagamaan, Madrasah Diniyah (Madin), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kehadiran mahasiswa diarahkan untuk mendampingi sekaligus meneruskan berbagai aktivitas pembelajaran dan penguatan keagamaan yang telah berjalan di masyarakat.
Kontribusi mahasiswa juga terlihat dalam kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Mahasiswa terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan berbagai perlombaan, baik di tingkat desa maupun dukuh. Bahkan, sejumlah kegiatan juga dilaksanakan di tingkat posko dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Di bidang kemasyarakatan, mahasiswa turut mengambil bagian dalam kegiatan gotong royong dan kebersihan lingkungan. Sementara dalam aspek tata kelola desa, mahasiswa memberikan dukungan melalui pembentukan website aset desa sebagai salah satu bentuk pemanfaatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa untuk membantu kebutuhan administrasi desa.
Ketua LPPM INSURI Ponorogo menilai berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari proses pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Mahasiswa berpartisipasi di mushola, lembaga, Madin dan TPQ untuk mendampingi serta meneruskan kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada kegiatan sosial dan keagamaan, program KPM juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Pager Ukir. Selain itu, mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat juga menyelenggarakan pengajian umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Ketua LPPM berharap berbagai kontribusi tersebut dapat memberikan manfaat yang tidak berhenti ketika masa KPM selesai.
“Semoga jadi amal jariyah kita semua,” tuturnya.
Beragam aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa KPM menjadi ruang pembelajaran dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kebutuhan dan dinamika masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan dukungan melalui pengetahuan, tenaga, dan gagasan yang dibawa mahasiswa dari lingkungan akademik.
Konsep tersebut sejalan dengan tujuan KPM sebagai proses pembelajaran mahasiswa untuk hadir, berinteraksi, mengabdi, sekaligus memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya KPM di Kecamatan Sampung, berbagai pengalaman dan program yang telah dijalankan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan hubungan antara INSURI Ponorogo, pemerintah desa, dan masyarakat. Pengabdian pun tidak sekadar diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari sejauh mana kehadiran mahasiswa mampu meninggalkan manfaat dan membuka ruang kolaborasi baru bagi masyarakat.