KPM 2026 Dimulai, Mahasiswa IAI Sunan Giri Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat
INSURINEWS – Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Ponorogo secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2026 melalui upacara pembukaan yang digelar di halaman kampus pada Selasa (14/7/2026). Pelepasan tersebut menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di kecamatan Sampung melalui skema KPM Reguler, KPM Internasional di Malaysia, KPM Rekognisi dan KPM Kolaborasi.
Dalam amanatnya, Rektor IAI Sunan Giri Ponorogo menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki kesiapan untuk hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat melayani menjadi modal utama dalam menjalankan pengabdian.
"Apapun yang diperintah masyarakat, harus jawab bisa. Ngapunten mboten saget, diusahakan jangan," tegasnya.
Rektor menjelaskan bahwa setiap tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan KPM hendaknya tidak disikapi dengan menyerah, melainkan dicari jalan keluarnya melalui koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak mengambil keputusan sendiri ketika menemui kendala di lapangan.
"Diskusikan setiap persoalan dengan DPL. DPL hadir untuk mendampingi mahasiswa sekaligus mendampingi masyarakat agar setiap program dapat berjalan sesuai kebutuhan di lokasi pengabdian," pesannya.
Selain mendorong mahasiswa untuk responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Rektor juga menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan warga. Menurutnya, keberhasilan KPM tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu berbaur dan berpartisipasi aktif di lingkungan masyarakat.
"Jangan sampai mahasiswa ditanya masyarakat tidak kenal. Karena tidak kenal menandakan mahasiswa tidak aktif dalam kegiatan. Semakin banyak dikenal masyarakat, semakin besar pula partisipasi aktif mahasiswa dalam membangun desa," ujarnya.
Melalui pelaksanaan KPM Tahun 2026, IAI Sunan Giri Ponorogo berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan berbasis potensi lokal.