FDKI INSURI Ponorogo Studi Tiru ke Universitas AMIKOM dan Studio Alam Gamplong Milik Hanung Bramantyo, Perkuat Wawasan Akademik dan Praktik

04 Februari 2026 18:50
FDKI INSURI Ponorogo Studi Tiru ke Universitas AMIKOM dan Studio Alam Gamplong Milik Hanung Bramantyo, Perkuat Wawasan Akademik dan Praktik
Oleh Admisi INSURI

INSURI NEWS — Perkuat wawasan akademik dan praktik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo melaksanakan kegiatan studi tiru ke Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Studio Alam Gamplong milik Hanung Bramantyo pada Selasa, (03/02/2026). 

Kegiatan tersebut diikuti oleh dekan, ketua program studi (kaprodi), dosen, dan staf di lingkungan FDKI INSURI Ponorogo, serta melibatkan perwakilan mahasiswa FDKI dan Duta Kampus INSURI Ponorogo. 

Studi tiru ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik dan praktik mahasiswa, serta sivitas akademika FDKI, khususnya dalam pengembangan keilmuan komunikasi dan dakwah berbasis media kreatif.

Studi Tiru ke Universitas AMIKOM

Bertempat di Ruang Cinema Universitas AMIKOM Yogyakarta, kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat serta penuh antusias.

Dalam sambutannya, Dekan FDKI INSURI Ponorogo, Dr. M. Misbahuddin, M.Hum, menyampaikan bahwa Universitas AMIKOM dipilih sebagai tujuan studi tiru karena dikenal memiliki kekuatan dalam pengembangan ilmu komunikasi dan industri kreatif, khususnya di bidang perfilman.

“Kami melihat AMIKOM sebagai salah satu kampus yang memiliki basis keilmuan, khususnya perfilman yang baik. Oleh karena itu, kami memilih AMIKOM sebagai tujuan studi tiru agar mahasiswa INSURI dapat belajar banyak dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan kampus INSURI,” ungkapnya.

Sementara itu, sambutan hangat juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Rivga Agusta, S.IP., M.A. Ia menyambut baik kehadiran rombongan dari INSURI Ponorogo dan menjelaskan karakteristik keilmuan komunikasi di AMIKOM.

“Kami sangat menyambut dengan baik kegiatan studi tiru dari INSURI Ponorogo. Basis ilmu komunikasi di AMIKOM adalah produk, di mana tidak ada penjurusan khusus. Seluruh mahasiswa akan mendapatkan materi secara menyeluruh, mulai dari broadcasting, perfilman, periklanan, fotografi, dan bidang komunikasi lainnya,” jelasnya.

Melihat Fasilitas Podcast dan Karya Mahasiswa AMIKOM

Fasilitas ini menunjukkan bagaimana ruang produksi dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Berbagai karya mahasiswa lahir dari pemanfaatan ruang tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa proses akademik di AMIKOM mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta, Erfina Nurssa’adah, S.Kom.I., M.I.Kom, menyampaikan bahwa proses produksi karya mahasiswa di AMIKOM tidak sepenuhnya bergantung pada sumber daya internal kampus.

“Dalam proses produksi karya hingga penyebarannya, kami tidak hanya mengandalkan mahasiswa atau internal kampus. Mahasiswa juga didorong untuk mencari dan menjalin kerja sama dengan pihak luar, baik dalam proses produksi maupun distribusi karya, agar hasil yang diproduksi dapat berjalan maksimal dan sesuai dengan harapan,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana keakraban dan sambutan hangat dari pihak Universitas AMIKOM Yogyakarta sangat dirasakan oleh seluruh peserta. Interaksi aktif antara dosen, mahasiswa, dan pengelola program studi menjadi nilai tambah dalam kegiatan tersebut.

Kunjungan ke Studio Alam Gamplong Milik Hanung Bramantyo

Studio Alam Gamplong dikenal sebagai salah satu lokasi syuting film-film ternama karya sutradara Hanung Bramantyo, salah satunya film Bumi Manusia. Kawasan ini menyajikan berbagai set bangunan bernuansa tempo dulu yang merepresentasikan suasana Indonesia pada masa kolonial, sehingga kerap digunakan sebagai lokasi produksi film, serial, dan konten visual lainnya.

Secara historis, Studio Alam Gamplong awalnya dibangun sebagai set lokasi syuting film Bumi Manusia yang diproduksi pada 2019. Setelah proses produksi selesai, area tersebut kemudian dikembangkan menjadi studio alam dan destinasi edukasi perfilman yang dapat dikunjungi masyarakat. 

Hingga kini, Studio Alam Gamplong terus dimanfaatkan sebagai ruang produksi film sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan pelaku industri kreatif.

Dipilihnya Studio Alam Gamplong sebagai tujuan kunjungan tidak lepas dari keinginan FDKI INSURI Ponorogo agar mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah ruang dan lingkungan dimanfaatkan untuk menciptakan karya film yang estetis dan bernilai seni tinggi. 

Melalui kunjungan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa lokasi memiliki peran penting dalam membangun suasana, narasi, dan visual sebuah film.

Selain mengenal set lokasi syuting, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai proses kreatif di balik produksi film, mulai dari pemilihan lokasi, penataan artistik, hingga bagaimana sebuah tempat dapat diolah menjadi latar cerita yang kuat. Pengalaman ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya yang berkecimpung di bidang komunikasi, penyiaran, dan perfilman.

Melalui studi tiru ini, FDKI INSURI Ponorogo berharap dapat mengambil praktik-praktik baik dari Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk kemudian diadaptasi dan dikembangkan, baik dalam proses pembelajaran, penguatan kurikulum, maupun pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang komunikasi dan dakwah berbasis media kreatif.***