Dosen PIAUD INSURI Ponorogo Jadi Presenter Seminar Internasional, Angkat Pentingnya Life Skills di Era AI
Insurinews - Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh dosen Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo. Mariana, M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dipercaya menjadi presenter dalam International Seminar yang diselenggarakan oleh Center for Education, Peace and Social Justice (CEPaSo) Program Pascasarjana UIN Salatiga pada Kamis, 30 Juli 2026. Seminar internasional tersebut mengangkat tema *“Religion, Education and Social Justice: Critical Perspectives”.
Pada kesempatan tersebut, Mariana mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Beyond Artificial Intelligence: Repositioning Life Skills as the Foundation of Human Resilience in the Digital Education Era.” Melalui kajian tersebut, ia menyoroti bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, namun tidak dapat menggantikan kemampuan-kemampuan dasar manusia yang menjadi fondasi ketahanan individu.
Menurut Mariana, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan *life skills* seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kepemimpinan, empati, serta pengambilan keputusan yang bijaksana. Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan modal utama bagi peserta didik untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang semakin cepat.
“Artificial Intelligence adalah alat yang sangat membantu proses pembelajaran, tetapi karakter, nilai kemanusiaan, dan keterampilan hidup tetap menjadi faktor utama yang menentukan kualitas manusia di masa depan. Pendidikan harus mampu menempatkan AI sebagai mitra, bukan pengganti manusia,” ungkap Mariana dalam paparannya.
Keikutsertaan Mariana sebagai presenter internasional menjadi bukti komitmen dosen INSURI Ponorogo dalam mengembangkan budaya akademik yang produktif sekaligus memperluas jejaring ilmiah di tingkat global. Partisipasi ini juga mencerminkan kontribusi nyata sivitas akademika INSURI dalam menghadirkan gagasan-gagasan inovatif yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.
Rektor INSURI Ponorogo memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap semakin banyak dosen yang aktif berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional sebagai sarana diseminasi hasil penelitian serta penguatan kolaborasi akademik lintas negara. Kehadiran dosen INSURI dalam forum global diharapkan mampu meningkatkan reputasi institusi sekaligus memperkaya perspektif keilmuan yang dapat diimplementasikan dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui partisipasi aktif dalam seminar internasional ini, INSURI Ponorogo terus menegaskan komitmennya untuk menghasilkan akademisi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan yang berkeadilan, dan pembentukan generasi yang tangguh menghadapi tantangan era digital.