40 Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana INSURI Ikuti ICONVIS ke-3 di Singapura–Malaysia
INSURINEWS - Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo kembali memperkuat komitmennya terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan International Conference and Visiting Scholars (ICONVIS) ke-3 di Singapura dan Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Agustus–3 September 2026 tersebut diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana INSURI Ponorogo.
ICONVIS ke-3 dirancang tidak hanya sebagai agenda konferensi internasional, tetapi juga sebagai rangkaian kegiatan akademik, pengenalan budaya, jejaring kelembagaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya INSURI untuk memberikan pengalaman akademik internasional secara langsung kepada sivitas akademika.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Singapura. Para peserta mengunjungi sejumlah destinasi yang memiliki nilai edukatif, sejarah, keagamaan, dan budaya, antara lain Jewel Changi Airport, Makam Habib Noh Al-Habsyi, Masjid Sultan, Merlion Park, serta Universal Studios Singapore (USS).
Kunjungan ke Makam Habib Noh Al-Habsyi dan Masjid Sultan menjadi bagian yang memberikan perspektif tersendiri bagi peserta, terutama dalam memahami jejak sejarah Islam dan perkembangan komunitas Muslim di Singapura. Sementara itu, kunjungan ke berbagai destinasi lainnya memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal perkembangan kota, budaya, pariwisata, dan tata kelola ruang publik di Singapura.
Dari Singapura, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru, Malaysia, untuk mengikuti agenda akademik bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Konferensi internasional tersebut menjadi ruang bagi dosen, mahasiswa, dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia untuk mempresentasikan gagasan, mendiskusikan hasil penelitian, serta memperluas jejaring akademik.
Agenda bersama UTHM juga menjadi bagian penting dari penguatan hubungan kelembagaan yang telah dibangun INSURI Ponorogo dengan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Malaysia tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang ke berbagai bidang, khususnya penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, dan pengembangan kapasitas dosen serta mahasiswa.
Ketua Pelaksana ICONVIS ke-3, Dr. Ahmad Syafii SJ, M.Si., mengatakan bahwa ICONVIS dirancang sebagai kegiatan yang mengintegrasikan pengalaman akademik internasional dengan pengembangan wawasan peserta.
“ICONVIS bukan sekadar perjalanan akademik atau konferensi internasional. Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman yang utuh, mulai dari mengikuti forum ilmiah, membangun jejaring dengan akademisi luar negeri, mengenal sejarah dan budaya, hingga terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa Pascasarjana dalam kegiatan internasional semacam ini penting untuk membangun kepercayaan diri akademik sekaligus memperluas perspektif dalam melihat perkembangan pendidikan tinggi dan masyarakat di tingkat global.
“Kami berharap ICONVIS menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori dengan pengalaman nyata. Peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman perjalanan, tetapi juga jejaring, gagasan, dan semangat untuk mengembangkan akademik di INSURI,” tambah Dr. Ahmad Syafii.
Setelah agenda akademik di Johor Bahru, rangkaian ICONVIS dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Kuala Lumpur, tepatnya di wilayah Gombak, Malaysia. Kegiatan ini menjadi salah satu pembeda penting ICONVIS ke-3 karena peserta tidak hanya mengikuti forum akademik, tetapi juga diajak untuk berinteraksi dan berkontribusi secara langsung kepada masyarakat di luar negeri.
Kegiatan pengabdian tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk melihat secara langsung dinamika kehidupan masyarakat Muslim dan komunitas Indonesia di Malaysia. Selain itu, rombongan juga melakukan kunjungan ke sejumlah tempat bersejarah sebagai bagian dari penguatan wawasan budaya dan sejarah selama berada di Malaysia.
Rektor INSURI Ponorogo, Dr. M. Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I., menegaskan bahwa penyelenggaraan ICONVIS merupakan bagian dari strategi INSURI dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.
“Internasionalisasi bagi INSURI bukan sekadar membawa dosen dan mahasiswa ke luar negeri, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengalaman akademik, membangun jejaring, memahami masyarakat global, dan kemudian membawa pengalaman tersebut untuk dikembangkan di kampus,” ujar Rektor.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ICONVIS juga sejalan dengan arah pengembangan INSURI sebagai perguruan tinggi yang semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional.
“Kami ingin kerja sama internasional memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu akademik. Karena itu, konferensi, visiting scholars, penelitian bersama, publikasi, dan pengabdian masyarakat harus terus kita kembangkan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Rangkaian ICONVIS ke-3 yang berlangsung selama lima hari tersebut akhirnya menjadi perpaduan antara academic conference, international networking, cultural learning, historical exploration, dan community engagement. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem internasionalisasi INSURI Ponorogo yang terus berkembang.
Melalui ICONVIS, INSURI Ponorogo menegaskan langkahnya untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa dalam berinteraksi dengan dunia akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara.