Pemberian Terbaik Sang Pemimpin

03 Februari 2021 10:16
Pemberian Terbaik Sang Pemimpin
Oleh Agus Zainal Arifin

Sebagai pemimpin, sering sekali diajarkan agar memberikan 5 hal, yakni rewards, punishment, pelajaran, motivasi, dan inspirasi. Lalu saya tambah satu lagi mendoakan.

Pertama rewards. Seorang pemimpin di kelas (guru/dosen), di rumah tangga (orang tua), di kantor (bos), dan di ruang-ruang yang lain pada umumnya agak sulit menghargai yang dipimpinnya. Padahal menghargai itu adalah bagian utama dari syukur, Dan setiap yang disyukuri akan bertambah. Maka menghargai meskipun dengan sekedar ucapan terima kasih atau apalagi dengan menaikkan pangkat jabatan mereka, maka kebaikan mereka akan bertambah.

Makna sebaliknya bahwa kebaikan yang tidak bertambah itu pasti diakibatkan rendahnya kesyukuran. Murid yang tidak tambah pinter atau anak yang tidak tambah mulia, sesungguhnya adalah manusia yang sedang apes “memiliki” guru atau orangtua yang tidak mudah bersyukur.

Lalu punishment. Setiap pelanggaran atau perbuatan yang tidak pantas sudah seharusnya diberikan teguran atau bahkan kalau keterlaluan dipecat. Membiarkan pelanggaran itu berlarut-larut tanpa tindakan apapun biasanya dimaknai dengan mempersilahkan yang lain menirunya.

Tentang hal pelajaran, meski tidak semua orang bersedia belajar, namun banyak juga orang yang belajar sampai dibela-belain keluar duit, tenaga, dan lain-lain untuk jadi pinter. Kedua-duanya punya hak yang sama untuk diajari atau difasilitasi untuk belajar. Makin pinter yang dipimpin, maka makin ringan tugas yang memimpin. Bahkan makin berakhlaq yang dipimpin, maka makin tidak perlu banyak aturan yang diterapkan oleh pemimpin. Masak hanya untuk mencegah kecurangan saja perlu berlapis-lapis peraturan yang sangat ketat.

Lalu memberi motivasi, menyemangati mereka dengan menunjukkan value tugas mereka, bahwa betapa pentingnya nilai dari apa yang mereka lakukan. Biasanya tidak banyak yang paham tentang nilai itu, sehingga mudah mengabaikan tugasnya.

Terakhir menjadikan dirinya sebagai inspirator. Tindakan, ucapan, dan pikiran para pemimpin sangat besar pengaruhnya kepada orang yang dipimpin. Seseorang dapat saja terinspirasi menjadi sangat jahat atau sangat mulia setelah dipimpin orang tertentu.

Pemimpin yang sering menceritakan kejelekan yang dipimpinnya, biasanya dialah biang kerok yang menginspirasikan kejelekan itu. Dan pemimpin yang sering menceritakan kemuliaan manusia-manusia yang dipimpinnya, biasanya dialah yang menginspirasikan kemulian itu.

Tentang faktor tambahan, yakni doa, sudah sering dibahas, bahwa seorang pemimpin, guru, dan orang tuaitu mujarab doanya. Karena itu dia perlu mendoakan kemulian bagi anak buah, murid, atau apalagi anaknya sendiri. Doa tersebut tidak sekedar permohonan kepada Yang Maha Kuasa, tapi juga penegasan bahwa dia sangat menyayangi yang dipimpinnya. Dan makin dia menyayangi, maka dia akan makin disayangi.

(*Prof. KH. Agus Zainal Arifin , Wakil Ketua PP Rabithah Maahid Islamiyah NU, Dekan Fakultas Tekhnik Informatika ITS)